INTEL VS AMD

Kalau anda berencana beli komputer bulan-bulan ini, pasti akan bingung (bagi yang awam perkembangan dunia PC). Kok ngga ada lagi namanya Pentium4? well… Pentium4 sudah “dimusnahkan” oleh intel. Sebagai gantinya, Intel mempersembahkan koleksi Intel Dual Core (yang sempat dibuka dengan nama Pentium D). Sama halnya dengan Intel, pesaing terdekatnya, AMD, juga bikin manuver sama. Processor Athelon64 X2? Simpel. Artinya, dalam kepingan prosesor yang anda beli ini, didalamnya terdapat dua inti prosesor. Jadi ini adalah pengembangan dengan membuat multiprosesor dalam keping yang sama. Bisa jadi realisasi mimpi Hyper Threading Intel dulu..
Apa untungnya pakai prosesor dua ini? Lebih cepat tentunya. Karena mereka bekerja secara pararel, bisa saling berbagi tugas dalam memproses data. Tapi jangan keburu happy! Menggunakan dua inti prosesor, BUKAN berarti komputer akan bekerja dua kali lebih cepat lho! Bahkan, dari berbagai hasil benchmark, untuk kecepatan yang sama, sebuah prosesor dua inti hanya memberikan hasil lebih baik 5% hingga 30% saja. Ini mungkin saja terjadi karena memang hampir semua aplikasi yang ada saat ini (termasuk game) belum dan tidak memanfaatkan teknologi prosesor dua ini tersebut.

Teknologi dua inti, baik di Core Duo atau Athelon64 2x mungkin baru akan maksimal terpakai tahun depan. Yaitu ketika industri software sudah cukup matang beradaptasi dengan cara baru ini, Sekaligus disandingkan pula dengan Windows Vista. Tapi kalau anda memutuskan membeli komputer saat ini, tak ada salahnya langsung memilih prosesor-prosesor baru ini. Hitung-hitung untuk investasi dengan jangka waktu pakai lebih panjang. Di notebook saja, produk-produk yang memakai Intel Centrino Duo (versi Core Duo di notebook) sudah membanji. AMD pun menyusul kemudian.

Anyway… Di samping prosesor-prosesor super mahal seperti Pentium EE aka. Extreme Edition (yang sepertinya segera disudahi produksinya) dan Athelon64 FX, kreasi-kreasi prosesor baru yang menggunakan dua inti prosesor ini layak menjadi penerus. Untuk sebuah PC gaming yang membutuhkan kecepatan kalkulasi tinggi, prosesor dua inti terbukti mampu bekerja lebih efisien. Meski segalanya memang masih bergantung pada kartu grafisnya. Di pasar Indonesia saat ini, belum banyak prosesor Core Duo beredar. Kalau ingin mencicipinya, paling banyak tersedia di notebook-notebook atau komputer merek Apple. Baik Intel Core Duo varian Conroe dan AMD Athelon64 X2 bisa dibilang barang mewah yang belum banyak tersedia di pasar saat ini.

CORE DUO: CONROE DAN TIGA REKANNYA

Intel Core Dua awalnya dikembangkan dari usaha memperbaiki Pentium M (untuk notebook). Proyeknya sudah pertama kali dirilis dipasar tanggal 5 januari 2006 lalu, menggunakan arsitektur kode proyek Yohan.

Yohan

Yohan adalah kode proyek untuk prosesor pertama Intel yang memakai teknologi 65mm bagi kepentingan kelas mobile (notebook). Prosesor ini dikembangkan dari varian Banias dan Dothan, Pentium M. Proyek tersebut kemudian menjelma menjadi standar industri prosesor PC baru, dengan sebutan Core Duo. Prosesor Core Duo adalah prosesor pertama di dunia yang memiliki dua inti dengan kategori low power (di bawah 25 watt), mengalahkan rekor milik Opteron. Intel Core Duo ini juga menjadi pilihan Apple, yang kemudian memutuskan hijrah ke kubu Intel sebagai produsen prosesor mereka. Intel Core Duo ini kemudian dikembangkan pertama oleh Intel untuk kepentingan notebook, menjadi Intel Centrino Duo Mobile Technology.

Sayangnya, proyek Yohan ini punya kelemahan. Intel Core Duo versi Yohan tidak bisa menggunakan EM64T. EM64T adalah ekstensi bagi prosesor milik intel agar mampu menerima proses 64-bit. Dulunya diciptakan untuk mengimbangi invasi AMD yang memerkan AMD Athelon64 dan AMD Turion64 (untuk notebook). Selain itu, untuk pasar yang lebih murah, Intel juga memproduksi prosesor Core Solo, versi satu intinya. Di agenda berikutnya, Intel akan memperbaiki varian Core Duo dengan menyertakan EM64T. proyek lanjutnya ini disebut Merom.

Sossaman

Proyek Sossaman adalah proyek Intel Core Duo yang ditujukan untuk Server. Prosesor ini resmi dijual oleh Intel sejak 14 Maret 2006 lalu, disebut resmi sebagai Intel Dual-Core Xeon LV. Secara sepesifikasi dan teknologi, prosesor Sossaman sama dengan Yohan. Begitu juga kelemahannya, Sossaman tidak memiliki dukungan 64-bit lewat EM64T.

Merom

Merom adalah kode proyek lanjutan dari Yohan dan Sossaman di keluarga Core Duo. Intel berencana merilisnya pertengahan tahun 2006. Merom akan menggunakan arsitektur baru dan tidak mengambil milik Pentium M. Merom memperbaiki kelemahan Yohan dan Sossaman. Merom akan meiliki EM64T untuk mendukung instruksi 64-bit, tandingan AMD Athelon64. Intel mengkalim bila prosesor Merom akan punya kinerja dan efisiensi 20% lebih baik ketimbang varian Yohan. berikut adalah lima calon tipe prosesor Core Duo yang menggunakan arsitektur Merom:

– Core Duo T7600 – 2.33 GHz (4 Mib L2, 667 MHz FSB)
– Core Duo T7400 – 2.16 GHz (4 Mib L2, 667 MHz FSB)
– Core Duo T7200 – 2.00 GHz (4 Mib L2, 667 MHz FSB)
– Core Duo T5600 – 1.83 GHz (2 Mib L2, 667 MHz FSB)
– Core Duo T5500 – 1.66 GHz (2 Mib L2, 667 MHz FSB)

Conroe

Conroe adalah versi desktop dari Merom (versi PC rumahan). Prosesor Conroe akan menggantikan Pentium4 dan Pentium D yang masih beredar di pasar sepenuhnya. Sehingga Core Duo kode Conroe akan menjadi tonggak peralihan keluarga baru prosesor Intel. Conroe akan dibangun dengan teknologi 65nm dan memiliki variasi kecepatan dari 1.66GHz hingga 3.33GHz. FSB-nya (Front Side Bus) bervariasi dari 800MHz, 1066MHz, dan 1333MHz untuk tipe Extreme Edition.

AMD Athelon64 X2
Manchester & Toledo

Setelah mendahului Intel untuk prosesor 64-bit, AMD juga menggebrak lebih dulu dengan teknologi dual core. Tepatnya tanggal 1 Juni 2005 lalu, mereka sudah mulai memasarkan varian paling awal Athelon64 X2.

Varian prosesor baru ini dibangun dari pendahulunya, baik dari kode proyek Venice maupun San Diego. Dengan menggunakan dua prosesor, AMD makin khas dengan image yang tidak bergantung pada kecepatan clock prosesor.

Praktis, AMD unggul segala-galanya dibanding Intel. Pertama, lebih murah. Kedua kokoh menggunakan 64-bit, dimana Intel masih ketinggalan. Ketiga, AMD tidak menggunakan standar kecepatan tinggi, namun efisiensi kerja prosesor.

Sehingga dengan frekwensi yang lebih rendah, prosesor AMD mampu menyamai kecepatan prosesor Intel yang bekerja dengan frekwensi lebih tinggi. Keempat diambil dari kelebihan ketiga, prosesor AMD jadi lebih dingin dibandingkan milik Intel sehingga jangan heran…

Kalau anda melihat semua gamer PC (yang tahu tentang teknologi PC), pasti mayoritas memilih prosesor AMD. Kelemahan AMD hingga saat ini yang belum mampu diperbaiki hanya dua. Pertama, Selalu kalah dalam benchmark untuk aplikasi proses Multimedia (audio, video, animasi, dll). Kedua, AMD selalu kalah pamor karena tidak menggenjot promosi sehebat Intel. Alhasi, banyak orang awam yang selalu pergi ke Intel. Tanpa tahu, betapa AMD sudah melangkahi kemampuan “kakak”-nya ini.

Sekedar informasi penutup, Anda kini sudah bisa mendapatkan prosesor dual-core milik AMD di pasar. Untuk desktop, ada Athelon64 X2. Untuk notebook, juga banyak yang sudah memakai prosesor Turion64. Kalau ingin versi murah singel core, bisa mencoba prosesor Sempron dan Athelon64 biasa yang super dingin namun cepat (dibandingkan dengan milik Intel tentunya).

Keluarga 64-bit AMD

AMD sudah melupakan 32-bit untuk pasar kelas utamanya. Meraka Sudah menggunakan prosesor 64-bit. Untuk desktop, kita kenal nama Athelon64 dan Athelon64 FX untuk pasaran premium. Sedangkan untuk mobile/notebook, ada nama Turion64. Nah Berikut daftar produk keluarga AMD 64-bit:

Single-Core Desktop Processors

Athelon64 kode Clawhammer (130nm)
Athelon64 kode Newcastle (130nm)
Athelon64 kode Winchester (90nm)
Athelon64 kode Venice (90nm)
Athelon64 kode Mancherster (90nm, X2 dengan 1 core disable)
Athelon64 kode San Diego (90nm)
Athelon64 FX kode SledgeHammer (130nm)
Athelon64 FX kode Clawhammer (130nm)
Athelon64 FX kode San Diego (90nm)

Dual-Core Desktop Processors

Athelon64 X2 kode Manchester (dual core, 90nm)
Athelon64 X2 kode Toledo (dual core, 90nm)
Athelon64 FX kode Toledo (dual core, 90nm)

Mobile processors

Mobile Athelon64/Turion64 kode ClawHammer (130nm)
Mobile Athelon64/Turion64 kode Odessa (130nm)
Mobile Athelon64/Turion64 kode Oakville (90nm)
Mobile Athelon64/Turion64 kode Newark (90nm)

AMD saat ini masih sedikit tertinggal dalam penggunaan teknologi nanometer dibanding milik Intel. Kabarnya, AMD sedang mempersiapkan proyek baru untuk meng-upgrade prosesor dengan arsitektur 65nm, Oh ya, kalau anda bingung dengan angka di belakang tipe masing-masing AMD (misalnya 4200+), itu hanya kecepatan 4.2GHz milik prosesor Intel. Meski pada dasarnya, prosesor tersebut memiliki frekwensi “hanya” 2.2GHz saja. Prosesor AMD Athelon64 FX bisa ditujukan melawan keluarga pentium atau Core Duo.

Sumber : Zigma, Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: