Hari ini, kemarin dan mungkin Lusa

Hari ini, kemarin dan mungkin lusa sama-sama hari yang sangat melelahkan buat saya. Gimana enggak, di hari-hari itu saya harus bekerja lembur dan sambung di pagi hari nya karena sesuatu hal. Sampai-sampai ada kawan dari tetangga sempet nanya sama saya ketika saya pulang jam 03.00 pagi “Dari mana ? ? ” saya jawab “Kerja” … dia langsung takjub alias kaget dsb nya lah .. “Gilee… pantes duit lu banyak” Candanya. Itu hanya kata-kata orang doank yang bilang kalau duitku banyak, selebihnya Hanya Tuhan dan Saya yang tahu he…3x. Capek dan lelah sudah pasti itu yang saya rasakan, sampai-sampai bisa mengumpat dalam hati “Kenapa bisa begini ?”. Namun di balik ini semua ternyata bisa membawa hikmah, dimana setidak2nya saya bisa tau bagaimana sulitnya mencari sesuap nasi yang dari kecil sudah di berikan saya dari orang tua. Hal ini kebetulan nggak cuman di alamin oleh saya sendiri tetapi juga di alamin oleh rekan2 kerja saya yang lain dan mereka pun punya keluhan yang persis hampir sama dengan saya. Belum lagi bencana “Krisis” yang nggak habis2nya di balikpapan. Belum selesai permasalahan Listrik yang bahkan sampe sekarang makin sering aja mati listrik. Kini ada “bencana” baru lagi di balikpapan, yaitu krisis BBM dan Minyak Tanah, 2 hari kebelakang ini pasokan BBM di balikpapan memang sedang tersendat-sendat sehingga menyebabkan Antrian panjang di beberapa SPBU yang ada di Balikpapan. Dan parahnya saya sempat tidak tau sebelumnya. Jadi begini, waktu malam saya cek Bensin kendaraan saya koq sudah habis dan kebetulan Rokok saya juga habis maka saya kemudian berniat membeli Rokok di warung sekaligus beli Bensin.

Trim’s udah mau membaca lanjutan ocehan saya ..he.. Lanjut ..!!
Tetapi SPBU terdekat dari rumah saya terdapat tulisan “TUTUP”, ah saya pikir mungkin sudah terlalu malam sehingga tutup. Kemudian saya pacu kendaraan dengan sedikit ngebut karena takut SPBU lain nya udah ikutan tutup. Nah kira-kira +/- 500 meter sebelum saya sampai ke SPBU tujuan saya, koq ada kemacetan disini ? Aku pikir “Ah pasti ini karena ada peresmian acara apa kek gitu, atau nikahan kek, khitanan, akekahan ..apalagi ya ? ? ya gitu lah”. batinku bilang “Ah kalau bgini bisa menganggu lalu lintas kendaraan lain nya donk”. Dengan sedikit santai aku melewati jejeran kendaraan-kendaraan itu … ya ada Motor dan Mobil juga. Lalu sampailah di SPBU tujuan, dan kaget bukan kepalang … ternyata Antrian kendaraan tadi tujuan nya untuk Masuk ke SPBU tersebut … Masya Allah. Tanpa saya tanya tiba-tiba ada petugas SPBU … kaya’ SATPAM lah setelan nya bilang ke aku “Mas silahkan antri” …”dari mana pak ?” tanya saya sedikit berharap kalau ada celah ..he..3x. “Ya dari ujung sono mas” .. jawabnya sambil menunjuk ke arah ujung antrian kendaraan… “Oke pak” jawab ku dengan sedikit rasa malas. Akhirnya aku kembali lagi ke ujung antrian dimana aku salah duga tadi. Dan hasilnya +/- 2 jam baru saya bisa mengisi BBM.

Rakyat kecil macem saya cuman bisa bertanya “Ada apa dan kenapa bisa sampai begini ?”, bahkan beredar isu kalau di KAL-TIM khususnya, Bensin hanya boleh di jual ke kendaraan-kendaraan umum, sedang kendaraan Pribadi seperti mobil dan motor di haruskan menggunakan PERTAMAX. Namun pada akhirnya isu tersebut tidak benar sama sekali dengan muncul nya selebaran-selebaran yang di keluarkan dari Pertamina. Masalah listrik pun bukan nya berangsur-angsur selesai, tetapi makin lama makin buruk. Namun bagaimanapun warga KAL-TIM khususnya Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong adalah warga yang sedikit beruntung di banding warga di kota2 lain di Indonesia. Karena dengan sering nya mati Listrik terutama di Malam hari, setidak-tidaknya kami bisa merasakan bagaimana hidup di Jaman Batu.

Gambar 1 : Photo antrian hari selasa 18 Desember 2007 yang kebetulan saya sudah hampir sampai di depan

Gambar 2 : BBM Solar tetap normal seperti hari-hari biasa

Saya dan khususnya warga lain hanya bisa berharap, semoga “bencana” ini bisa segera tuntas terutama permasalahan pada Listrik. Rasanya mungkin sudah cukup banyak “dosa” dari pegawai PLN yg khusus memadamkan listrik, karena begitu listrik di matikan secara tiba-tiba bisa jadi menyebabkan adanya kerusakan peralatan-peralatan elektronik yang dimiliki warga dan saat listrik di padamkan di malam hari sudah hampir bisa di pastikan 100% korban nya akan mengumpat kepada PLN secara berbarengan dengan logat dan bahasa masing2 …he..3x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: